Gowes Malam & Cuaca Bulungan
Terlihat saat gelap, dan membaca jalan ketika hujan turun.
Bulungan punya dua musuh yang jarang dibicarakan pesepeda: gelap yang datang cepat setelah magrib, dan hujan yang bisa turun tanpa aba-aba. Soal gelap, kesalahan paling umum adalah mengira pakaian terang sudah cukup. Tidak. Pakaian terang hanya bekerja bila ada cahaya yang memantulinya. Yang benar-benar menentukan adalah lampu belakang merah yang menyala. Sebagian besar tabrakan pada pesepeda datang dari arah belakang, dan pengemudi di belakangmu tidak akan pernah melihat warna jerseymu sebelum lampunya menyala. Gunakan lampu depan putih untuk melihat jalan, dan lampu belakang merah untuk dilihat. Mode berkedip lebih menarik perhatian daripada nyala tetap, tetapi menyulitkan pengemudi memperkirakan jarak. Jalan tengahnya: nyala tetap di jalan ramai berlampu, berkedip di jalan gelap dan sepi. Soal hujan, ada satu hal yang perlu kamu ingat baik-baik. Jalan paling licin bukan saat hujan deras, melainkan pada sepuluh sampai lima belas menit pertama hujan setelah kemarau panjang. Oli dan debu yang mengendap berminggu-minggu terangkat ke permukaan lalu bercampur air, membentuk lapisan yang jauh lebih licin daripada air biasa. Karena itu, ubah cara mengeremmu. Mulai mengerem jauh lebih awal, bertahap, dan jangan mengandalkan rem depan sekuatnya. Jarak pengereman di jalan basah bisa dua kali lipat dari jalan kering. Melebar sedikit saat berbelok juga membantu - sudut belok yang landai memberi ban kesempatan mencengkeram. Terakhir, marka jalan yang dicat dan tutup gorong-gorong dari besi berubah menjadi hampir sehalus es ketika basah. Lewati keduanya dengan sepeda tegak dan tanpa mengerem.
Masuk dulu untuk mengerjakan kuis dan menyimpan progres.
MASUK