Kembali ke daftar

Etika Berbagi Jalan: Saling Sadar, Saling Selamat

Lima prinsip etika berkendara yang melindungi semua pengguna jalan, terutama yang paling rentan.

Berbagi jalan bukan sekadar aturan, melainkan etika kolektif. Lima prinsip etika berbagi jalan yang harus dipegang setiap pengguna jalan: PERTAMA: Yang lebih besar mengalah pada yang lebih kecil. Truk mengalah pada mobil, mobil pada motor, motor pada sepeda, sepeda pada pejalan kaki. Karena dalam tabrakan, yang lebih kecil selalu menanggung dampak lebih berat. KEDUA: Beri jarak aman. Saat menyalip pesepeda, beri minimal 1,5 meter jarak samping. Saat di belakang pesepeda, jangan terlalu dekat - pesepeda kadang harus menghindar mendadak karena lubang atau hambatan. KETIGA: Komunikasikan niatmu. Pakai lampu sein sebelum belok. Pesepeda gunakan tangan untuk memberi sinyal. Kontak mata dengan pengendara lain di persimpangan sangat efektif. KEEMPAT: Sabar di persimpangan. Sebagian besar kecelakaan terjadi di persimpangan. Berhenti sejenak, lihat ke segala arah, baru maju. Lima detik kesabaran lebih murah daripada lima minggu di rumah sakit. KELIMA: Jangan menormalkan perilaku buruk. Saat melihat teman ugal-ugalan di jalan, tegur. Saat ada pengendara mengganggu pesepeda, jangan diam. Budaya jalan yang aman dibangun oleh sikap kolektif, bukan aturan saja. Etika berbagi jalan adalah perpanjangan dari etika kemanusiaan. Setiap pengguna jalan adalah seseorang yang ditunggu pulang oleh keluarganya.

Masuk dulu untuk mengerjakan kuis dan menyimpan progres.

MASUK