Kembali ke daftar

Mengajak Anak & Gowes Rombongan

Menyusun barisan yang melindungi anggota paling rentan.

Bersepeda beramai-ramai memang lebih aman daripada sendirian - inilah yang disebut safety in numbers. Tetapi rombongan yang tidak tertata justru menciptakan bahayanya sendiri. Bila ada anak dalam rombongan, tempatkan ia di tengah. Bukan di depan meskipun ia ingin, dan bukan di belakang meskipun ia lambat. Di tengah, ia terlindungi dari dua arah. Orang dewasa yang paling berpengalaman sebaiknya berada di posisi paling belakang, karena dari sanalah kendaraan menyusul, dan dari sana pula seluruh rombongan bisa diawasi. Aturan berjajar sering disalahpahami. Berjajar dua orang masih dapat diterima dan bahkan membuat rombongan lebih terlihat. Tetapi begitu ada kendaraan hendak menyusul, barisan wajib segera menyusut menjadi satu banjar. Berjajar tiga atau lebih di jalan umum bukan lagi soal kenyamanan, melainkan menghalangi hak pengguna jalan lain. Yang paling sering dilupakan adalah aba-aba. Pesepeda di belakang tidak bisa melihat permukaan jalan karena pandangannya tertutup punggung orang di depan. Maka siapa pun yang berada di depan wajib meneruskan tanda ketika melihat lubang, tumpahan pasir, kendaraan berhenti, atau anjing di pinggir jalan. Tunjuk ke bawah untuk lubang, lambaikan tangan ke belakang untuk rintangan yang harus dihindari, dan angkat tangan untuk berhenti. Sepakati juga satu hal sebelum berangkat: rombongan berjalan sesuai kecepatan anggota paling lambat, bukan paling cepat. Rombongan yang tercerai-berai kehilangan seluruh keuntungan keselamatannya.

Masuk dulu untuk mengerjakan kuis dan menyimpan progres.

MASUK